Belakangan ini, media sosial ramai dengan ajakan untuk menggelar aksi di depan Gedung DPR RI pada 25 Agustus. Pesan tersebut menyebar cepat melalui WhatsApp, Facebook, hingga Twitter, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik.
Meski viral, fakta menunjukkan bahwa ajakan ini tidak didukung oleh lembaga resmi atau organisasi besar manapun. Beberapa tokoh masyarakat menekankan bahwa penyebar ajakan tersebut identitasnya masih tidak jelas, sehingga masyarakat disarankan untuk tidak mudah percaya.
Pihak kepolisian pun terus memantau situasi agar keamanan tetap terjaga. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak terprovokasi, dan selalu memverifikasi informasi sebelum membagikannya.
Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kesadaran digital. Dengan memeriksa fakta sebelum menyebarkan berita, publik turut membantu mencegah hoaks dan menjaga ketertiban umum.
Tinggalkan Balasan